ID: 14005
Catatan Orze #6: Teman Pertama
icon Knowledge
Category: Catatan Orze - Masa Kanak-kanak

- Penjelasan:
Tok, tok. Suara ketukan di pintu menggema di dalam ruangan yang sunyi. Aku berhenti sejenak dan menatap pintu. Saat itu, pintu terbuka perlahan dan Yolu mengintip ke dalam.

"Ah, halo!"

Dia menyapaku dengan hati-hati. Saat mata kami bertemu, aku merasakan ada kegugupan dalam suaranya yang jernih.

"Uh... Ah, halo."

Ketika aku menjawab, Yolu tersenyum padaku, tetapi senyumnya tampak rapuh, seolah-olah bisa hancur hanya dengan hembusan angin. Setelah jawaban singkatku, Yolu ragu sejenak sebelum akhirnya masuk lebih jauh ke dalam ruangan. Dia melihat sekeliling ruangan dengan senyum canggung dan berdiri di depanku.

"Kamu mau jadi temanku? Aku khawatir karena hanya ada anak laki-laki di benteng. Syukurlah kamu datang."

Permintaannya membuat hatiku berdebar. Keinginan tulusnya untuk berteman menghangatkan hatiku sejenak. Apakah aku juga bisa terhubung dengan seseorang di sini? Namun, perasaan itu segera tergeser oleh sedikit kegelisahan. Dia membuka hatinya dengan mudah padahal dia tidak tahu apa-apa tentangku. Kenapa dia begitu percaya?

"Baiklah kalau begitu."

Aku tersenyum lebar dan menganggukkan kepala. Yolu tampak lega dengan jawabanku dan tersenyum lebih cerah. Matanya menjadi jauh lebih cerah daripada sebelumnya. Seperti seseorang yang menemukan secercah harapan saat berjalan di jalan yang gelap.

"Terima kasih! Mohon bantuannya ke depannya juga ya!"
Atoraxxion: Orze
Obtained from:
icon
- Catatan Orze #6: Teman Pertama
BBCode
HTML
exitlag


Login to comment