ID: 14018
Catatan Orze #19: Mimpi yang Hancur
icon Knowledge
Category: Catatan Orze - Masa Remaja Awal

- Penjelasan:
Aku sama sekali tidak bisa fokus pada penelitian. Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di tanah ini, aku terus-menerus mendengar suara yang memanggilku. Dewi terus memanggilku. Apa... yang harus aku lakukan? Kata-kata yang pernah diucapkan oleh guruku tiba-tiba terlintas di pikiranku, tetapi sejak awal... aku tidak pernah diberi hak untuk meninggalkan pelukan dari Dewi Hitam.

Aku memberi tahu Yolu bahwa aku akan memeriksa tempat yang lebih jauh, dan Yolu yang sedang asyik dengan penelitiannya dengan senang hati menerima usulanku. Ketika aku berpisah sejenak dari Yolu, suara yang memanggilku semakin jelas. Aku bisa merasakannya secara naluriah. Bahwa Dewi sedang menungguku di tempat yang dekat...

"Hanya aku yang bisa sepenuhnya memahami dan menerimamu. Kembalilah ke pelukanku... ke tempat yang seharusnya menjadi tempatmu."

Suara Dewi Hitam berusaha membangunkanku dari mimpi kosong yang telah lama kualami. Atoraxxion, yang menjadi tempat buaianku, surgaku, rumahku. Sentuhan hangat dari guruku, dan teman-temanku... banyak kenangan melintas cepat di dalam pikiranku.

"Mereka tidak akan bisa menerimamu. Janganlah lagi merasa kesepian sendirian."

Aku tahu. Bahwa sejak awal... aku hanyalah orang asing di antara mereka. Ketika kebenaran terungkap, pada akhirnya aku akan...
Atoraxxion: Orze
Obtained from:
icon
- Catatan Orze #19: Mimpi yang Hancur
BBCode
HTML
exitlag


Login to comment