ID: 14028
Catatan Orze #29: Umpan yang Menggugah Selera
icon Knowledge
Category: Catatan Orze - Masa Remaja

- Penjelasan:
Saat ini, ketika dahaga mencapai puncaknya, bahkan Vaha pun tidak akan bisa tetap tenang. Jika Yolu yang memiliki perasaan terhadap Vaha, dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan saat hubungan antara Vaha dan aku sedang goyah saat ini.

Aku membutuhkan alasan agar Yolu lebih antusias mendekati Vaha. Untuk itu... Aku memutuskan untuk melemparkan umpan yang menggugah selera hanya untuk Yolu. Aku mengukir kata-kata pada belati dan meletakkannya di tempat yang bisa dilihat oleh mata Yolu.

"Vaha yang kucintai. Surga kita hanya akan sempurna kalau diizinkan oleh Dewi Hitam."

Jika Yolu tahu bahwa aku tidak akan pernah memenuhi hasrat Vaha, dia pasti akan mencoba mengisi kekosongan itu. Seperti membuktikan perkataanku, keesokan harinya Yolu datang kepadaku dan bertanya tentang luka di pipiku.

"Luka di pipi itu... Vaha, dia yang melakukannya? Kenapa dia terus memaksa... padahal kamu tidak menginginkannya? Tapi, kenapa kamu tetap diam saja?"
"Aku membutuhkan Vaha."
"Orze sadarlah. Dewi yang kamu sembah itu... betul-betul tidak berguna."

Aku tidak bisa menyembunyikan ekspresiku sejenak karena kata-kata penghinaan Yolu. Tanpa merasa perlu menjawab, aku hanya memandang kosong ke depan. Dan seperti yang kuduga, Yolu mengambil belatiku dan pergi.
Atoraxxion: Orze
Obtained from:
icon
- Catatan Orze #29: Umpan yang Menggugah Selera
BBCode
HTML
exitlag


Login to comment