![]() |
Knowledge Category: Catatan Orze - Masa Remaja Awal |
|
- Penjelasan: Vaha selalu memberikan perhatian penuh pada ceritaku. Dia selalu berkata untuk bersandar padanya, dan selalu memberikan punggungnya padaku. Vaha memang seperti batu yang kokoh, tetapi kadang-kadang dia datang kepadaku seperti pasir. Ketika kami menghabiskan waktu berdua di air terjun kecil yang dia buat untukku, rasanya seperti waktu berhenti sejenak. Dalam tatapan Vaha yang melihatku berbaring di pangkuannya, aku menyadari bagaimana diriku tercermin di matanya. "Vaha. Apakah aku... ada di tempat terdalam hatimu?" Saat aku berbisik seperti itu, Vaha membuka matanya lebar-lebar dan menatapku dengan tegas. Tatapan itu terlihat lebih panas daripada sinar matahari yang terik. Vaha tidak bisa melepaskan pandangannya dariku dengan wajah yang memerah, lalu segera menutupi wajahnya dengan lengan. Sambil memalingkan wajahnya dan berdiam diri, Vaha perlahan menganggukkan kepalanya. "...Benar, Orze. Aku sebenarnya..." Saat aku mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Vaha, kehangatan yang kurasakan membuatku yakin. Ah, Vaha adalah... milikku. Bukan milik orang lain, tapi milikku. Aku memutar kembali kepala Vaha yang tidak bisa menyelesaikan kata-katanya kepadaku. Dan sekali lagi, aku melihat matanya yang bercahaya seperti matahari. "...Aku juga begitu, Vaha." Begitu mendengar jawabanku, Vaha langsung memelukku erat seperti membuatku sesak bernapas. Atoraxxion: Orze Obtained from: - Catatan Orze #15: Panas yang Digenggam dalam Tangan | |