ID: 14008
Catatan Orze #9: Arah Emosi
icon Knowledge
Category: Catatan Orze - Masa Kanak-kanak

- Penjelasan:
Syca tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengangguk pada perkataan Yolu.

"Bagaimana kalau kita bertiga pergi bersama ke depannya?"

Yolu berkata sambil tersenyum. Aku mengangguk, tetapi Syca sempat terhenti sejenak setelah mendengar kata-kata itu. Ada sesuatu yang terlintas seolah-olah dia telah memutuskan sesuatu di matanya, tetapi segera kembali ke ekspresi dinginnya yang biasa.

Saat itu aku menyadari. Setiap kali Yolu tersenyum, mata Syca tampak goyah ke suatu tempat. Setiap kali Yolu membanggakan sesuatu, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Ini jelas bukan sekadar persahabatan biasa. Hanya saja, perasaannya yang tak terucap menekan dirinya seperti batu yang tenggelam dalam-dalam.

"Syca, tidakkah kamu menantikannya?"

"Ya, apa pun tidak masalah."

Syca menjawab pertanyaan Yolu dengan nada acuh, tetapi ada sesuatu yang tertinggal dalam suaranya. Namun, dia tidak akan pernah mengungkapkannya. Seperti perasaan yang bisa terurai kapan saja, bagaikan benang tipis tetapi juga bisa putus kapan saja.

Aku tidak mengetahui apa arti semua itu bagiku. Hanya saja, untuk saat ini, aku hanya mengamatinya saja. Seperti melangkah perlahan untuk mencari harta karun yang tersembunyi.
Atoraxxion: Orze
Obtained from:
icon
- Catatan Orze #9: Arah Emosi
BBCode
HTML
exitlag


Login to comment