![]() |
Knowledge Category: Catatan Orze - Masa Kanak-kanak |
|
- Penjelasan: Dia dengan lembut meletakkan tangannya di atas tanganku. Kehangatan dari tangannya meresap ke ujung jariku yang membeku. Aku pun tanpa sadar melepaskan kewaspadaanku karena kehangatan itu. Rasanya seperti ujung jariku akan mencair. Kehangatan itu membangkitkan ingatan yang sudah lama terlupakan. Terakhir kali aku menggenggam tangan seseorang adalah pada hari terakhir bersama ibu sebelum perang dimulai. Hari itu, ibu memelukku erat sambil berjanji akan kembali. Tanpa sadar aku menggenggam tangannya. Aku berpegangan padanya dengan sisa tenaga yang kumiliki di tengah kelaparan dan dingin. Pada saat itu, keinginan untuk hidup memenuhi pikiranku. Saat menyentuh tangannya, udara dingin yang menyelimuti diriku sempat terguncang. Dia perlahan membantuku berdiri. Meski penampilanku basah kuyup dan menyedihkan, dia tidak pernah mengernyitkan wajahnya melihatku. Sebaliknya, ada tekad yang terpancar di kedua matanya. Seolah sejak awal dia sudah memutuskan untuk menyelamatkanku. "Maukah kamu ikut denganku?" Dia mundur selangkah dan bertanya lagi. Aku ragu sejenak. Aku tidak tahu apa yang menarikku padanya. Aku hanya merasakan bahwa dalam suaranya tidak ada kebohongan. Jadi, timbul harapan bahwa dia adalah orang yang tidak akan pernah membohongiku, dan mungkin tidak akan meninggalkanku. Akhirnya, aku menganggukkan kepala. Di jalan itu, aku bertemu seorang guru. Momen itu menjadi kompas dalam hidupku. Dia memberiku jalan sebagai ganti nama. Selangkah demi selangkah, aku mengikutinya, dan jalan itu membawaku menuju kehidupan bukannya kematian. Atoraxxion: Orze Obtained from: - Catatan Orze #2: Kehangatan yang Tersentuh di Ujung Jari | |